Sabtu, 15 Maret 2014

Journal refleksi

SALAM ENTREPRENEUR!!!
Setelah mengikuti pembelajaran di T100 minggu ke 3 dengan topik materi resource management, maka inilah hasil pemahaman saya yang saya abadikan sebagai jurnal refleksi saya.

Strategy berbasis sumber daya
Ibu Widya Utami menjelaskan bahwa ada 4 hal yang berkaitan dengan strategy ini yaitu
a. Pola organisasi dan administrasi
Memang banyak usaha usaha mikro yang belum memiliki sistem organisasi yang benar. saya jadi ingat kejadian saat saya menjadi juru rewang di pernikahan saudara saya, waktu itu untuk acara resepsi mereka menyewa jasa katering untuk melayani para tamu undangan, namun terjadi hal yang tidak menyenangkan, salah satu penyebabnya adalah tidak terorganisasi nya para pekgawai katering dengan baik, ketua atau mandor katering hanya mengatakan apa yang harus dimasak dan disajikan, tidak menunjuk secara langsung siapa yang memasak ini, siapa yang memasak itu, siapa yang menyajikan. Akhirnya ada dua tukang masak yang sama sama masak lodeh kentang, sementara untuk untuk rendang sapi nya tidak ada yang memasak, karena orang yang biasa masak sedang pergi, dan pegawai lain merasa takut untuk mengambil alih, karena tidak yakin akan sama rasanya, sedangkan ketua nya tidak tahu apa yang terjadi didapur.
Lalu untuk pola administrasi benar benar harus tersudun dan tercatat rapi, karena kelalaian dalam membentuknpola administrasi ini akibatnya akan fatal. Saya pernah mengalami nya dulu, saat saya membuka warung sembakau dirumah. Sejak saya punya warung, suami saya tidak lagi memberi uang belanja, jadi kebutuhan sehari hari menggunakan uang waung yang sama sekali tidak jelas itung itunganya, ditambah suami saya setiap hari mengambil rokok diwarung tanpa bayar, kalau saya minta bayar maka saya disuruh bayar tarif ojek suami kalau di mengantar saya belanja. Sungguh tidak memiliki jiwa entrepreneur sama sekali, saya dan suami waktu itu :D. Tapi sekarang setelah mendapat banyak pembelajaran di universitas ciputra ini, saya sudah memulai me manage keuangan saya, dengan memisahkan uang pribadi, dengan  uang usaha (meski usaha saya masih usaha yang tergolong sangat kecil) ini saya lakukan agar apa yang saya dapatkan dari T100 ini tidak sekedar baca lalu dibawa tidur lupa.
b.memaksimalkan aset berwujud dan tidak berwujud.
Untuk aset yang berwujud bagi saya ini mudah untuk dihitung atau dirinci keluar masuknya karena jumlahnya masih kecil, u tuk aset yang tidak berwujudnya saya mulai melakukannya dengan sistem "pelan,berkualitas dan pasti". Bisnis yang saya jalani salah satunya adalah kerajinan bros. Saya memulainya bersama teman saya, teman saya bisa dibilang sudah balik sekarang ini. Sedangkan saya, modal pun belum kembali, hasil penjualan saya kembalikan lagi ke produksi.  Memang saya pelan dalam memasarkan produk buatan saya itu, karena saya harus memastikan produk saya berkualitas, dan tidak mengecewakan pembeli, sebelum saya promosikan, saya lihat kembali produk saya, saya teliti, dan saya mencoba berperan sebagai pembeli apakah bila saya membeli produk tersebut tidak akan kecewa, setelah saya yakin bahwa produk saya layak jual, dengan melihat dan mengukur hasil dari orang lain, baru saya tawarkan produk saya tersebut. Laku pasti yang saya maksud adalah pastinya waktu saya mampu menjual produk itu. Menurut saya ini adalah penting yang harus saya lakukan untuk meningkatkan aset yang tidak berwujud itu, dengan produk yang berkualitas, bentuk rapi, tidak mudah lepas, dan kejelasan ketersediaan produk saya harap akan datang kepada saya kepercayaan konsumen atas produk saya tersebut. Dan sekarang Alhamdulillah bisnis bros saya sudah mengalami peningkatan di penjualan.
c.adaptasi terhadap pasar
Sebagai usaha mikro memang kita harus dituntut agar bisa mengikuti perkembangan pasar, agar kita tidak tertinggal, dan usaha kita bisa terus berjalan. Disininkita harus melihat peluang secara kreatif, cermat dalam mengamati kebutuhan pasar.
d.budaya organisasi
Usaha kecil mungkin masih bisa ditangani sendiri, tapi bila menginginkan usaha bertumbuh besar, maka kita butuh organisasi dalam usaha tersebut, suatu organisasi pasti berkaitan dengan orang lain bahkan banyak orang dengan berbagai peranan. Memulai menerapkan budaya organisasi sejak usaha masih kecil semoga  mematangkan budaya organisasi seiring pertumbuhan usaha.

2. Tentang bird in hand yang disampaikan oleh pak Nur Agustinus.
Yaitu berwirausaha dengan mengenali siapa diri kita, apa keahlian kita, dan siapa yang kita kenal.
Salam entrepreneur!!

Selasa, 04 Maret 2014

Album Foto Bapak Sakidjan Pemilik Mie Kondang

ini adalah foto yang saya peroleh saat saya mengikuti kelas entrepreneur ship Universitas Ciputra TKI Hk yg bekerja sama dengan Bank Mandiri.